Loading...

Program Hadits Shahih Bukhari

Menghafal adalah hal yang sangat penting bagi seorang penuntut ilmu dalam rihlah mereka dalam perjalanan menuntut ilmu, namun kita tahu kemampuan dalam menghafal sangatlah beragam, yang sangat di sayangkan masih banyak yang masih kesulitan dalam masalah ini, terlebih tidak adanya lingkungan dan sarana pembantu dalam hal ini.

Dewasa ini kita patut bersyukur, telah banyak halaqoh hafalan qur’an yang didirikan di berbagai tempat yang membantu para penuntut ilmu dalam menghafal salah satu sumber hukum islam ini, namun sayangnya amat jarang sekali adanya halaqoh untuk menghafal hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal kita tahu bahwa menghafal hadits tak kalah pentingnya dengan menghafal al-Qur’an.

Karena Hadits adalah sumber hukum islam yang kedua, bahkan tanpanya kita tidak dapat memahami al-Qur’an dan syariat islam ini dangan baik dan benar.

Saat penuntut ilmu menyadari akan pentingnya menghafal hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagian mereka mulai mencoba menghafal hadits-hadits tersebut, namun dengan berlalunya waktu (karena satu hal dan lainnya), banyak penuntut ilmu yang berputus asa dalam menghafalnya, sebagian yang lain meskipun menyadari akan pentingnya menghafal hadits, ada yang justru masih bingung harus memulainya dari mana, semua buku hadits yang ada terasa berat untuk dihafal, terlebih jika sudah melihat jalur sanad-sanadnya yang panjang, melihatnya saja memunculkan keraguan “akankah saya mampu beristiqomah dalam menghafalnya”.

Persoalan berikutnya adalah masalah “metode untuk memahami hadits-hadits yang ingin dihafalkan itu, terkadang karena keterbatasan bahasa arab, sulit bagi penuntut ilmu pemula untuk memahaminya. sebab mereka tahu, seorang penuntut ilmu yang hanya memfokuskan menghafal saja tanpa adanya upaya untuk memahaminya secara benar akan terjatuh pada aib yang sangat memalukan yang justru akan menjadi bumerang kesesatan dalam diri mereka.

Dimana ia akan terjatuh dalam kesalahan memahami hadits dan akan menempatkan hadits bukan pada tempatnya, serta ia tidak akan mampu memahami hukum yang terkandung dalam hadits-hadits tersebut apalagi beristinbath menentukan hukum secara tepat berdasaran hadits yang ia hafal tersebut, yang mana seharusnya penuntut ilmu sebelum ia menghafal hadits tersebut ia sudah memahami dengan benar sesuai dengan pemahaman para salaf terdahulu dalam memahami nash hadits-hadits tersebut atau paling tidak terjemah yang tepat dari hadits-hadits yang mereka ingin hafalkan tersebut.

Namun kendalanya, sebagaimana kita ketahui bahwa usia kita terbatas dan tak cukup rasanya untuk merujuk langsung pada kitab-kitab syuruuh (penjelasan akan makna hadits tersebut), terlebih bagi penuntut ilmu pemula yang pemahaman bahasa arabnya masih terbatas sekali. Jika meraka fokus menghafal, habislah waktu tanpa adanya waktu untuk mengkaji hukum dan kandungan makna hadits yang ingin di hafal, dan begitu sebaliknya, jika mereka fokus untuk mengkaji maknanya, tidak akan ada lagi waktu untuk menghafalnya.

program hadits shahih bukhari

Teknis Program

Sebagai upaya untuk membantu kesulitan-kesulitan dalam menghafal dan memahami hadits-hadits ini, perlu adanya sarana yang memfasilitasi agar tercipta lingkungan yang dapat memberikan motivasi dan semangat menghafal yang tepat, untuk itulah kami meluncurkan sebuah program yang insya Allah akan merealisasikan cita-cita penuntut ilmu dalam menghafal hadits dan memahami maknanya dengan benar.

Program ini kami rencanakan untuk membuat halaqoh penghafalan hadits bukhari, program yang diluncurkan untuk membantu para penuntut ilmu pemula, sebagai sarana pendukung penghafalan hadits-hadits nabi.

Program ini menggunakan buku hadits yang yang disusun agar mudah di hafalkan untuk penuntut ilmu.

Apalagi buku yang kami gunakan di program ini adalah kitab at-Tajrid Ash-Shariih,  kumpulan hadits-hadits pilihan yang disusun tanpa sanad sehingga terlihat simple dan cukup memberikan keyakinan pada penuntut ilmu untuk menghafalkannya segera tanpa perlu banyak menyita kesibukannya sehari-hari.

teknis program

Persyaratan

  • Laki-laki dan Wanita
  • Mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan benar.
  • Telah tuntas menghafal al-Qurán 30 juz.
  • Telah tuntas menghafal hadits Arbain.
  • Bersemangat tinggi dalam menghafal hadits.
  • Diharapkan Sudah pernah belajar bahasa arab dasar.
  • Bersedia menuntaskan membaca buku terjemahan shahih Bukhari.
  • Mengikuti peraturan yang ditetapkan.
persyaratan

Target Program

Peserta yang dapat selesai pada tahap akhir dari program ini di harapkan mutqin hafalan hadits-hadits yang ada pada kitab shahih Bukhari, dan tentu setelah menyelesaikan dari program ini peserta sudah memiliki bekal untuk selanjutnya menghafal hadits-hadits bersanad yang dikenal dengan Kutubus Sittah baru kemudian beralih untuk mempalajari dan menghafal kitab-kitab yang lainnya.

Insya Allah, Shahih Bukhari ini akan selesai maksimal dalam waktu 2 tahun lamanya, dengan ketentuan menyetorkan hafalan 2 halaman sehari, dengan masa efektif berlajar 6 hari dalam sepekan.

target

Tujuan Program

1. Aspek pengetahuan

Menghafal sabda-sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam adalah upaya untuk menanamkan isi kandungan hadits-hadits tersebut bagi orang yang hendak mengamalkannya. Sehingga menambah keyakinan untuk mengikuti sunnah-sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam.

Dimana orang yang menghafalnya juga akan mudah untuk menunjukan dan memberitahukan anjuran-anjuran yang menjadi landasan hukum suatu amalan.

Selain itu, dengan menghafal hadits – hadits Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, kita telah ikut andil untuk melestarikan dan ikut menjaga keotentikan sumber hukum yang kedua ini.

2. Aspek pelaksanaan

Pelaksana yang di maksud adalah peserta yang bergabung dapat terampil dalam menghafal hadits-hadits yang menjadi materi pelajaran dalam program kami.

3. Aspek Pembiasaan

Ini adalah aspek sangat penting dalam sebuah proses pembelajaran, tidak terhenti pada tahap sekedar tahu dan terampil menghafal saja, lebih lanjutnya perlu adanya proses pembiasaan agar hafalan peserta tidak terlupakan begitu saja.

Sarana terbaik agar ilmunya tidak terlupakan tentu saja dengan cara mengamalkan ilmunya tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Dan mencoba menyampaikannya pada orang lain, sehingga berkahlah ilmunya. Dan inilah sesungguhnya yang kami cita-citakan dalam program ini.

tujuan program